RUU Ormas Baru Siap Kontrol Agenda Asing

RUU Ormas Baru Siap Kontrol Agenda Asing

 

Rancangan Undang-Undang Organisasi Massa (RUU Ormas) dipastikan tidak akan represif bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal tersebut dikatakan Ketua Panitia Khusus RUU Ormas Abdul Malik Haramain menanggapi kekuatiran LSM atas RUU tersebut.

“RUU Ormas tidak represif, saya jamin tidak represif. Jadi tak perlu takut atau kuatir. Sejauh ini, tidak ada satupun LSM tidak mampu menunjukan pasal yang mereka anggap represif,” tukas Malik.

RUU Ormas Tak Represif, Hanya Kontrol Agenda Asing

RUU Ormas Tak Represif, Hanya Kontrol Agenda Asing

Pasalnya, berangkat dari kecemasan atas kegiatan ormas asing yang tak sesuai dengan pembangunan dan ideologi di Indonesia, banyak LSM yang menilai bahwa RUU tersebut nantinya akan represif. Dengan begitu, imbasnya akan kemana-mana, termasuk ke LSM di dalam negeri. RUU Ormas yang rencananya akan disahkan pada 25 Juni 2013 dalam rapat paripurna itu terdiri dari 20 bab dan 88 pasal.

Namun, kata Malik, dalam RUU Ormas memang akan diatur tentang keberadaan yayasan atau LSM asing. Karena harus ada Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengantisipasi hidden agenda ormas dan LSM asing seperti di Aceh, Maluku, dan Papua.

Sementara bila ada yang ingin mendirikan LSM dengan berbadan hukum, Malik mempersilakan mereka mendaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Namun bila mereka tak mau berbadan hukum, mereka harus mendaftarkan LSM-nya ke Kementerian Dalam Negeri. “Kalau tak mau kedua-duanya, silahkan ke camat untuk dapat domisili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>